|
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia? |
MENCARI PEMIMPIN BARU INDONESIA: APA MAKNANYA? Pemimpin Nasional vs Pemimpin Lokal? Di nasional agak “stuck”, tapi di tingkat lokal cukup banyak wajah baru seperti antara lain tercermin dalam beberapa hasil pilkada, misalnya Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Bengkulu. Apakah pemimpin baru berarti: Presiden baru yang bukan incumbent? Presiden baru yang belum pernah jadi presiden? Presiden baru yang belum pernah jadi capres di masa lalu? Presiden usia muda (dibawah 50 tahun)?Untuk mengecek potensi lahirnya pemimpin baru di tingkat nasional (capres) dapat dilihat dari hasil survei nasional tentang capres dan cawapres. Salah satunya lewat hasil survei nasional Indo Barometer, Juni 2008, berikut ini.
Artikel ini dilengkapi dengan data PDF. klik di sini untuk download I. PILIHAN CAPRES DAN CAWAPRES HARI INI Mengacu pada survei nasional Indo Barometer, Juni 2008 (pertanyaan terbuka), jika ingin capres baru (non incumbent) potensi itu mungkin terjadi karena Megawati sekarang yang terkuat. Namun jika yang dicari adalah orang yang belum pernah menjabat, maka Mega tak masuk kualifikasi pemimpin baru. Begitu juga jika yang dimaksud adalah orang-orang yang belum pernah mencalonkan diri. Capres terkuat masih didominasi calon yang pernah jadi presiden (Mega, SBY, Gus Dur), atau pernah jadi capres (Wiranto, Amien). Tokoh yang belum pernah jadi capres namun cukup potensial adalah Sri Sultan HB X, Hidayat Nur Wahid, dan Prabowo Subianto. Hidayat Nur Wahid merupakan satu-satunya capres berusia di bawah 50 tahun.
Mengapa capres-capres usia muda (dibawah 50 dan 40 tahun) belum banyak muncul? Bagaimana respon publik nasional terhadap usul capres usia muda? Apakah publik setuju atau tidak dengan pembatasan usia maksimal dan minimal? Kalau ya berapa angkanya? II. ISU CAPRES MUDA: DITERIMA ATAU DITOLAK PUBLIK? - Mayoritas publik (62%) setuju dengan usul agar ada lebih banyak pemimpin masa datang berusia muda. Meski masih ada 22% yang tidak setuju.
- Mayoritas publik setuju bahwa pemimpin politik sekarang berusia tua (50%). Namun banyak juga yang tidak sependapat (33%).
- Jika usia menjadi faktor penentu (di luar faktor-faktor lainnya) maka publik lebih cenderung memilih calon pemimpin usia muda (45%) ketimbang usia tua (26%).
- Dari beberapa alasan memilih usia tua yang paling dominan adalah pengalaman. Dari beberapa alasan memilih usia muda yang terbesar adalah semangat yang lebih besar.
- Mayoritas publik setuju adanya pembatasan usia minimal dan maksimal untuk capres. Untuk usia minimal, rentang usia yang paling didukung publik adalah (36-40 tahun), dan untuk usia tua (60-65 tahun).
III. POPULARITAS PARA TOKOH MUDA (DI BAWAH 50 TAHUN) - Salah satu masalah terbesar dari para tokoh muda (usia di bawah 50 tahun per pelaksanaan survei ini) adalah tingkat pengenalan publik nasional yang umumnya masih terbatas dan kalah dengan tokoh-tokoh senior mereka.
- Hal ini terjadi hampir di semua sektor (partai, LSM, akademisi/pengamat, dan bisnis). Tingkat pengenalan tokoh muda dari partai politik secara rata-rata lebih baik dari pada kalangan LSM, akademisi dan bisnis. Tokoh muda bisnis adalah yang paling kurang dikenal.
- Tokoh muda dengan tingkat pengenalan tertinggi adalah Andi Mallarangeng.
- Melihat keterbukaan publik pada tokoh usia muda sebenarnya peluang tokoh muda cukup terbuka sejauh mereka bisa membangun kapasitas, kompetensi dan tingkat pengenalan yang bersaing dengan para tokoh senior.
|
Indikator IB
Persoalan pengetahuan pemilih tentang pelaksanaan pemilu 2009 cukup menghawatirkan. Baru separuh (51,8% ) dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif 2009 akan dilaksanakan, yakni 9 April 2009. itu artinya, sosialisasi KPU masih belum optimal.
Indikator IB
Pemilu 2009 terancam oleh Golput Administratif. Baru sebanyak 67,2% responden yang merasa sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu nanti. Ini angka yang mengkhawatirkan karena mengindikasikan potensi “golput administratif” terbilang besar.
|
|
|