|
Republika, Sabtu, 28 Februari 2009 JAKARTA — Niat Partai Golkar untuk mengusung calon presiden (capres) dari internal membuat peta koalisi Pemilu 2009 akan berubah. Peluang Sultan Hamengku Buwono X menjadi capres menjadi sangat tipis
Direktur Laksnu, Gugus Joko Waskito, mengatakan, selama ini hanya muncul dua poros yang kuat, yaitu Mega¬wati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sangat diunggulkan. ''Majunya capres PG membuat kualisi capres/cawapres menjadi lebih dinamis,"kata Gugus. Jumat (20/2).
Kalau Jusuf Kalla maju sebagai capres PG, lanjutnya. peluang Sultan menjadi ca-pres alternatif menjadi tertutup. Termasuk, koalisi parpol-parpol baru yang sedang digalang Prabowo Subianto bisa mencair lagi. "Bursa cawapres justru yang akan menjadi banyak piiihan.1'
Direktur Indo Barometer. Muhammad Qodari, mengakui, apa pun yang akan dilakukan akan mempengaruhi konstelasi politik di Indo¬nesia. "'Jika PG serius meng-ajukan capres sendiri. Akan berpengaruh terhadap konstelasi politik." kata dia. Qodari berpandangan, parpol-parpol masih akan melihat keseriusan PG dalam mengusung capres internal. Jika sudah positif meng¬usung capres internal PG. parpol-parpol barulah yang akan duduk bersama. "Sekarang, parpol masih akan wait and see,” ujar Qodari. Ketua Fraksi PKS DPR. Mahfudz Siddiq, menyambut gembira langkah yang diambil PG. Dijelaskannya, PKS menjadi punya banyak pilihan untuk koalisi. "Kita bisa berkoalisi dengan PG, Partai Demokrat (PD), ataupun dengan PDIP Semuanya makin terbuka," ungkap dia, Dalam waklu dekat, lanjutnya. PKS akan melakukan survei terbadap jajaran pengurus dari pusat hingga cabang. Survei ini untuk me¬lihat preferensi politik mereka dalam hal koalisi. ''Kita ingin melihat sebenarnya kader menginginkan PKS berkoalisi dengan siapa dan figur siapa yang hendak didukung.” kata Mahfudz.
Dijelaskannya. kalau bisa mernperoleh 20 persen kursi atau 20 persen suara, PKS tidak ukari ragu untuk meng¬usung capres sendiri "Tapi. kalau perolehannya kurang dari itu, kita akan berkoalisi dengan kekuatan parpol lain.'' Sekjen DPP PPP, Irgan Chairul Mahfuz, menyampaikan hal yang sama. ''Yang jelas, piiihan berkoalisi da¬lam capres semakin banyak." ungkap Irgan. Terlebih, hu-bungan PPP dengan figur SBY, Megawati, ataupun JK tidak ada resistensi. Dengan begitu, PPP bisa berkoalisi dengan siapa pun. PPP tetap berpegang pada keputusan untuk menunggu hasil pemilu legislalif sehingga PPP bisa tahu kekuatan internal dalam menggalang koalisi. Dipaparkan juga. PPP masih melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol rnaupun capres. Komunikasi politik ini diharapkan akan memberi pemahaman PPP akan visi misi koalisi. Bagi PPP, koalisi tidak sebatas bagi-bagi kekuasaan. Orientasi koalisi bagi PPP juga tetap mengedepankan kesamaan visi membangun bangsa.
|