Survei - Indo Barometer
PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL 2009 – 2014
IB - Rabu, 09 September 2009
Survei - Indo Barometer
Pengetahuan dan Harapan Masyarakat Terhadap Pemilu 2009?
IB - Senin, 19 Januari 2009
Survei - Indo Barometer
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia?
IB - Rabu, 16 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Berpacu Dalam Pemilu
IB - Rabu, 09 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
SBY–JK Tergelincir BBM?
IB - Kamis, 03 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Islam: Potensi Teror Terbuka
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Visioner, Dambaan Publik Terhadap Pemimpin Politik
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Publik Kecewa Kinerja Parpol
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Kinerja Pemerintah Bidang Keamanan Nasional Positif
IB - Selasa, 01 Juli 2008
JK-Hidayat Berpotensi Menang

Pasangan ini populer dan didukung oleh mesin politik yang kuat.

Republika. Jumat 27 Februari 2009

JAKARTA-Portemuan ParLai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar (PG). yang direpresentasikan oleh Jusuf Kalla (JK) dan Hidayat Nur Wahid, akan menjadi kekuatan besar. Jika segera dipermanenkan dan disosialisasikan secara benar,  JK-Hidayat berpotensi besar memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.
Direktur Indo Barometer. Muhammad Qodari, mengatakan, pasangan JK-Hidayat akan menjadi pasangan yang kuat. “Mereka didukung oleh mesin politik dari PG dan PKS yang besar dan kuat ”kata Qodari kepada Republika. Jumat (27/2).

JK dan Hidayat memiliki ketokohan di masyarakat. Kata dia, JK dikenal sebagai figur yang cepat mengambil kobijakan. la lebih banyak menjawab dengan keberanian dalam mengambil kebijakan yang cepat dibandingkan terlalu banyak bicara.

Sementara itu. Hidayat sudah dikenal masyarakat scbagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Figur Hidayat juga dikenal sebagai sosok .yang santun cerdas dan bersih.

Dengan apa yang sudah dimiliki kedua tokoh ini, menurut Qodari, hal yang dibutuhkan bagi kedua pasangan ini adalah kebutuhan untuk segera mengikat koalisi dan sosialisasi yang efektif.
Selama ini, mereka dikerangkeng dalam wacana sebagai cawapres. Ini yang membuat popu-laritas di survei juga hanya tinggi di tingkat cawapres. Padaha, kalau sosialisasi pencapresan dilakukan dengan benar. Qodari yakin hasilnya juga akan maksimal.

''Sekarang. tinggal bagaimana sosialisasi ini dijalankan dengan benar,“ kata Qodari.

" Presiden PKS. Tifatul Sembiring, mengatakan, keputusan capres PKS ada di tangan Majelis Syuro PKS. Namun, Tifatul menegaskan bahwa PKS menginginkan koalisi yang kuat. ''Seti-daknya mencapai 40 persen suara.”

Dalam pertemuan PKS dengan JK. Tifatul menilai bahwa JK cukup menarik. Kata Tifatul, JK punya jawaban tuntas terhadap setiap masalah yang ditanyakan. Meski begitu. keputusan PKS akan ditentukan setelah melihat hasil pemilu legislatif (pileg).

Setelah mengundang JK, rencananya PKS juga akan mengundang Susilo Bambang Yudho-yono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri. "Pekan depan (5/3). kita undang Pak SBY dan pekan berikutnya (12/3) Ibu Megawati, “ kata Tifatul.

Sementara menanggapi hasil survei yang menyebut posisinya masih rendah, JK mengingatkan bahwa survei bukanlah hasil pemilu, ''Pemilu yang menentukan.” ujarnya.

JK menyatakan bahwa PG terus berupaya meningkatkan kinerjanya untuk memperoleh simpati rakyat. Hasil survei yang merendahkan PG justru direspons positif dengan kerja yang lebih keras lag.

Apalagi, tren suara PG terus meningkat setiap bulannya. ''Jangan lihat angkanya, tapi trennya.”
Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengingatkan akan posisi SBY yang sulit jika ditinggal JK. ''Ada gonjang-ganjing pisahnya SBY-JK. Ini per-masalahan juga buat Pak SBY,”  kata Yusril di Gedung DPR.

Dengan adanya syarat dukungan 25 persen suara sah atau 20 persen kursi DPR. faktor du-kungan dari PG sangat dibutuhkan SBY. Tanpa dukungan PG. SBY akan kesulitan mendapat-kan tiket maju di Pilpres 2009.
Pada Pemilu 2004, PD hanya mondapat 7,4 persen suara. Dari sisi syarat dukungan ini, SBY akan menghadapi masalah.

Kemenangan SBYdi pilpres putaran kedua. menurut Yusril, juga tidak lepas dari peran PG. Suara PG yang sebelumnya mengalir ke Wiranto-Sholahuddin Wahid, diyakininya mengalir ke SBY-JK. Dengan bogitu. ketika JK berpisah dengan SBY. akan menyulitkan SBY

Tak mau sendirian

Ketua DPP Partai Demokrat (PD). Anas Urbaningrum, Mengatakan, partainya tidak akan sendirian dalam mengusung SBY sebagai capres. Namun, partainya tak ingin sembarang membangun koalisi, Koalisi harus kuat, bervisi, serta konsisten. "'Kami tidak ingin jalan sendirian, apalagi kesepian,” kata Anas.

Dijelaskannya, mereka baru saja menggelar pertemuan dengan PPP, Namun. Anas tidak menyebut waktu dan dengan siapa pertemuan itu dilakukan. ":Pekanlalu, petinggi Demokrat bertemu dengan petinggi PKB,” papar Anas. Bahkan, partainya pun telah bertemu dengan petinggi PG.

Maraknya  wacana yang sudah dimunculkan di media massa, menurut Anas, masih imajirier. Hampir semua parpol masih menunggu hasil pileg.
 

Indikator IB

Pelaksanaan Pemilu 2009

Persoalan pengetahuan pemilih tentang pelaksanaan pemilu 2009 cukup menghawatirkan. Baru separuh (51,8% ) dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif 2009 akan dilaksanakan, yakni 9 April 2009. itu artinya, sosialisasi KPU masih belum optimal.

Lihat Hasil Survei....

Indikator IB

Pendaftaran Pemilih

Pemilu 2009 terancam oleh Golput Administratif. Baru sebanyak 67,2% responden yang merasa sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu nanti. Ini angka yang mengkhawatirkan karena mengindikasikan potensi “golput administratif” terbilang besar.

Lihat Hasil Survei....

 
Analisa - M. Qodari
Multiperspektif Prabowo Subianto
IB - Minggu, 10 Agustus 2008
Analisa - M. Qodari
Kiprah dan Nasib Partai-Partai Baru di Pemilu 2009
IB - Minggu, 20 Juli 2008
Analisa - M. Qodari
Golkar dan Bumerang Politik
IB - Senin, 30 Oktober 2006
Analisa - M. Qodari
Gempa, Gosip, dan Akal Sehat
IB - Sabtu, 29 Juli 2006
Analisa - M. Qodari
PDI-P, Oposisi Mencari Posisi
IB - Selasa, 17 Januari 2006
Analisa - M. Qodari
Antiklimaks "Reshuffle" Kabinet
IB - Selasa, 22 November 2005
Analisa - M. Qodari
Pilkada Gagal atau Berhasil?
IB - Senin, 01 Agustus 2005
Analisa - M. Qodari
Partai demokrat dicampakkan SBY?
IB - Senin, 07 Februari 2005
Analisa - M. Qodari
Nasib Kaum Muda Progresif di NU
IB - Kamis, 02 Desember 2004
Analisa - M. Qodari
Saatnya "Baku Bae" di DPR
IB - Sabtu, 06 November 2004
Analisa - M. Qodari
Gugatan Wiranto, Konstelasi Politik Baru?
IB - Selasa, 03 Agustus 2004
Analisa - M. Qodari
Otoritarianisme Baru dan Desain Institusi
IB - Sabtu, 08 Mei 2004
Copyright © 2008 Indo Barometer, All Rights Reserved
IB (INDO BAROMETER), Jl. Cikatomas I No. 29, Kebayoran Baru, Jakarta 12180, Tlp. 62-21-7260588 Fax 62-21-7248573