Survei - Indo Barometer
PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL 2009 – 2014
IB - Rabu, 09 September 2009
Survei - Indo Barometer
Pengetahuan dan Harapan Masyarakat Terhadap Pemilu 2009?
IB - Senin, 19 Januari 2009
Survei - Indo Barometer
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia?
IB - Rabu, 16 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Berpacu Dalam Pemilu
IB - Rabu, 09 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
SBY–JK Tergelincir BBM?
IB - Kamis, 03 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Islam: Potensi Teror Terbuka
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Visioner, Dambaan Publik Terhadap Pemimpin Politik
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Publik Kecewa Kinerja Parpol
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Kinerja Pemerintah Bidang Keamanan Nasional Positif
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Jaga Kualitas Lembaga Survei Bentuk Asosiasi Menjelang Pemilu 2009, banyak bermunculan lembaga survei politik dan opini publik.

Media Indonesia, 16 Januari 2009

Sejumlah lembaga survei untuk membentuk asosiasi. Sehingga, kualitas dan metodologi sebuah survei dapat dipertanggung jawabkan.

“Sebetulnya ini wacana lama yang sudah kami bicarakan. Selain itu, juga sudah ada undang-undang dari DPR, namun kami baru dapat momentumya sekarang,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani dalam dialog berjudul Apa yang Salah dengan Survei? Di Jakarta, kemarin.

Pembentukan asosiasi, lanjut dia, untuk menjaga kualitas hasil survei. Setelah pembentukan asosiasi, akan dibuat kode etik lembaga survei. Sehingga, data hasil survei  valid dan tidak merugikan publik. “Nantinya asosiasi ini dapat mengaudit dan memantau cara kerja lembaga survei  yang menjadi anggota asosiasi. Mengapa sampai ada perbedaan dan terlihat siapa yang berbohong,” Saiful.

Untuk menjaga objektivitas, lanjutnya, asosiasi juga melibatkan sekitar 50 orang akademisi untuk mengawasi kerja asosiasi.

Lihat Pertanyaan

Direktur  Eksekutif Cirus Surveyors Group Andrianof Chaniago menilai perbedaan hasil survei  kerap terjadi karena persoalan metodologi survei. Pasalnya, metodologi yang keliru bisa mempengaruhi jawaban responden.

“Jika mau membandingkan hasil, lihat dulu pertanyaan-pertanyaan. Berbeda sedikit saja hasilnya akan berbeda. Pasalnya, pertanyaan sebelumnya dapat mempengaruhi alur  dan jawaban responden,” kata dia.

Research Manager Cirus Surveyors Group Hasan Nasbi mengaku terdapat sejumlah lembaga survei yang tidak kompeten.  Menurut dia, diperlukan sebuah control terdapat desain instrument dan organisasi lembaga survei.

“banyak yang suka menghibur klien dengan membuat survei  yang salah. Itu celaka karena dapat membuat partai besar kepala,” kata dia.

Hasan menyoroti beragamnya persepsi publik terhadap keberadaan lembaga survei. “politisi masih menganggap survei seperti astrologi tebak-tebakan. Kalau tidak bagus tidak setuju,” kata dia.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menganggap perlu dilakukan regestrasi terhadap lembaga survei. KPU menilai publikasi  sejumlah hasil survei yang berbeda-beda bias membingungkan.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menambahkan, keberadaan lembaga survei tidak perlu dikwatirkan . karena, akan terseleksi secara alamiah.

Pro dan kontra terhadap lembaga survei, menurut dia, adalah fenomena wajar dari bangsa yang baru melek demokrasi. “Pada 2004 pertanyaannya, apakah lembaga survei dapat dipercaya, sedangkan tahun 2009 pertanyaannya adalah mana lembaga survei yang dapat dipercaya.”  kata dia.

Presiden Lembaga Riset Informasi Johan O Silalahi menilai hasil survei sebenarnya dapat menjadi referensi. (henri siagian)

 
 

Indikator IB

Pelaksanaan Pemilu 2009

Persoalan pengetahuan pemilih tentang pelaksanaan pemilu 2009 cukup menghawatirkan. Baru separuh (51,8% ) dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif 2009 akan dilaksanakan, yakni 9 April 2009. itu artinya, sosialisasi KPU masih belum optimal.

Lihat Hasil Survei....

Indikator IB

Pendaftaran Pemilih

Pemilu 2009 terancam oleh Golput Administratif. Baru sebanyak 67,2% responden yang merasa sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu nanti. Ini angka yang mengkhawatirkan karena mengindikasikan potensi “golput administratif” terbilang besar.

Lihat Hasil Survei....

 
Analisa - M. Qodari
Multiperspektif Prabowo Subianto
IB - Minggu, 10 Agustus 2008
Analisa - M. Qodari
Kiprah dan Nasib Partai-Partai Baru di Pemilu 2009
IB - Minggu, 20 Juli 2008
Analisa - M. Qodari
Golkar dan Bumerang Politik
IB - Senin, 30 Oktober 2006
Analisa - M. Qodari
Gempa, Gosip, dan Akal Sehat
IB - Sabtu, 29 Juli 2006
Analisa - M. Qodari
PDI-P, Oposisi Mencari Posisi
IB - Selasa, 17 Januari 2006
Analisa - M. Qodari
Antiklimaks "Reshuffle" Kabinet
IB - Selasa, 22 November 2005
Analisa - M. Qodari
Pilkada Gagal atau Berhasil?
IB - Senin, 01 Agustus 2005
Analisa - M. Qodari
Partai demokrat dicampakkan SBY?
IB - Senin, 07 Februari 2005
Analisa - M. Qodari
Nasib Kaum Muda Progresif di NU
IB - Kamis, 02 Desember 2004
Analisa - M. Qodari
Saatnya "Baku Bae" di DPR
IB - Sabtu, 06 November 2004
Analisa - M. Qodari
Gugatan Wiranto, Konstelasi Politik Baru?
IB - Selasa, 03 Agustus 2004
Analisa - M. Qodari
Otoritarianisme Baru dan Desain Institusi
IB - Sabtu, 08 Mei 2004
Copyright © 2008 Indo Barometer, All Rights Reserved
IB (INDO BAROMETER), Jl. Cikatomas I No. 29, Kebayoran Baru, Jakarta 12180, Tlp. 62-21-7260588 Fax 62-21-7248573