Survei - Indo Barometer
PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL 2009 – 2014
IB - Rabu, 09 September 2009
Survei - Indo Barometer
Pengetahuan dan Harapan Masyarakat Terhadap Pemilu 2009?
IB - Senin, 19 Januari 2009
Survei - Indo Barometer
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia?
IB - Rabu, 16 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Berpacu Dalam Pemilu
IB - Rabu, 09 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
SBY–JK Tergelincir BBM?
IB - Kamis, 03 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Islam: Potensi Teror Terbuka
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Visioner, Dambaan Publik Terhadap Pemimpin Politik
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Publik Kecewa Kinerja Parpol
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Kinerja Pemerintah Bidang Keamanan Nasional Positif
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Pemilih Tak Tahu Mencontreng, Bukti Sosialisasi Pemilu Minim

 

SINDO, 12 Januari 2009

Jakarta (SINDO)-Mayoritas masyarakat Indonesia masih belum mengetahui penggunaan mikanisme mencontreng dalam pemungutan suara Pemilu 2009

Hasil survei Indo Barometer menunjukkan, sebanyak 61,3% calon pemilih mengetahui mekanisme mencontreng ini. Dengan hasil survei yang digelar pada 1.200 responden di 33 provinsi ini, mayoritas pemilih masih akrab dengan kebiasaan lama, yakni memilih dengan cara mencoblos.

Sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) artinya belum mencukupi. Ke depan masih perlu upaya maksimal, karena legitimasi pemilu harus kuat, “ujar Direktur Eksekutif  Indo Barometer M Qodari dalam siaran pers Hasil Survei Nasional “Pengatahuan dan Harapan Masyarakat terhadap Pemilu 2009” di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, kemarin.

Survei tersebut dilakukan pada 16-26 Desember 2008. Survey itu juga menyatakan mayoritas calon pemilih tidak tahu bahwa mencontreng dua bagian, sekaligus membuat surat suara menjadi tidak sah. Sekitar 60,8% responden menilai sah jika mencontreng pada tanda gambar partai dan nama calon anggota legislatif (caleg), hanya 28,7% menjawab tidak sah, dan 10,5% mengaku tidak tahu.

“Jika UU 10/2008 tentang Pemilu tidak direvisi maka akan ada potensi 60% suara rusak dan tidak sah. Ini bias membuat anarki pemilu,” tandas Qodari. Selain belum tahu cara memilih yang diatur dalam undang-undang , lanjut qodari, responden yang merasa sudah terdaftar untuk memilih baru mencapai 67,2%, sebanyak 18,3% tidak terdaftar, dan ada 14,5% mengaku tidak tahu.

Angka ini, ujar dia, mengindikasikan potensi golongan putih (golput) yang cukup besar. Berdasarkan data Indo Barometer, golput tertinggi terjadi pada Pemilu 2004, yaitu sebesar 23,34%. Angka itu dihitung dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dikurangi pemilih yang tidak menggunakan haknya dan suara tidak sah. “angka yang mengkwatirkan karena merupakan indikasi potensi golput administratif yang terbilang besar,” imbuhnya.

Survei tersebut juga membeberkan, hanya 51,8% responden yang mengetahui pemilu legislatif dilaksanakan April 2009, sisanya 25,5% menjawab tidak tahu, dan selebihnya menjawab pemilu legislatif dilaksanakan pada Mei, Juni, Juli, dan seterusnya. “Baru dari separuh dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif akan dilaksanakan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary meangku berterima kasih atas survei yang dilakukan Indo Barometer. Namun,  Hafiz juga meminta masyarakat menilai secara objektif kerja yang telah dilakukan KPU. “Kalau masih ada yang belum kerja, itu bergantung orangnya juga. Tapi hasil survei ini akan dijadikan bahan kajian di internal KPU,” ungkapnya.

Hafiz mengatakan, pihaknyajuga akan melakukan koordinasi dengan seluruh anggota KPU di Indonesia untuk membicarakan penyelenggaraan pemilu. Setidaknya, ujar dia, divisi logistic dan sosialisasi KPU akan mengadakan rapat kerja selama dua hari untuk membicarakanpersoalan yang terjadi di lapangan menjelang pemilu. “karena kami tahu banyak yang kurang . kami juga mohon dukungan semua pihak,” tuturnya.

Anggota Bawaslu bambang Eka Cahya Widodo juga mengapresiasi hasil survey Indo Barometer. Namun, dia juga meminta partai politik (parpol) turut berperan aktif untuk menyosialisasikan hal-hal terkait pemilu. Semua pihak diminta untuk memiliki kepentingan yang sama untuk suksesnya Pemilu 2009. (rd kandi)

 

Indikator IB

Pelaksanaan Pemilu 2009

Persoalan pengetahuan pemilih tentang pelaksanaan pemilu 2009 cukup menghawatirkan. Baru separuh (51,8% ) dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif 2009 akan dilaksanakan, yakni 9 April 2009. itu artinya, sosialisasi KPU masih belum optimal.

Lihat Hasil Survei....

Indikator IB

Pendaftaran Pemilih

Pemilu 2009 terancam oleh Golput Administratif. Baru sebanyak 67,2% responden yang merasa sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu nanti. Ini angka yang mengkhawatirkan karena mengindikasikan potensi “golput administratif” terbilang besar.

Lihat Hasil Survei....

 
Analisa - M. Qodari
Multiperspektif Prabowo Subianto
IB - Minggu, 10 Agustus 2008
Analisa - M. Qodari
Kiprah dan Nasib Partai-Partai Baru di Pemilu 2009
IB - Minggu, 20 Juli 2008
Analisa - M. Qodari
Golkar dan Bumerang Politik
IB - Senin, 30 Oktober 2006
Analisa - M. Qodari
Gempa, Gosip, dan Akal Sehat
IB - Sabtu, 29 Juli 2006
Analisa - M. Qodari
PDI-P, Oposisi Mencari Posisi
IB - Selasa, 17 Januari 2006
Analisa - M. Qodari
Antiklimaks "Reshuffle" Kabinet
IB - Selasa, 22 November 2005
Analisa - M. Qodari
Pilkada Gagal atau Berhasil?
IB - Senin, 01 Agustus 2005
Analisa - M. Qodari
Partai demokrat dicampakkan SBY?
IB - Senin, 07 Februari 2005
Analisa - M. Qodari
Nasib Kaum Muda Progresif di NU
IB - Kamis, 02 Desember 2004
Analisa - M. Qodari
Saatnya "Baku Bae" di DPR
IB - Sabtu, 06 November 2004
Analisa - M. Qodari
Gugatan Wiranto, Konstelasi Politik Baru?
IB - Selasa, 03 Agustus 2004
Analisa - M. Qodari
Otoritarianisme Baru dan Desain Institusi
IB - Sabtu, 08 Mei 2004
Copyright © 2008 Indo Barometer, All Rights Reserved
IB (INDO BAROMETER), Jl. Cikatomas I No. 29, Kebayoran Baru, Jakarta 12180, Tlp. 62-21-7260588 Fax 62-21-7248573