Survei - Indo Barometer
PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL 2009 – 2014
IB - Rabu, 09 September 2009
Survei - Indo Barometer
Pengetahuan dan Harapan Masyarakat Terhadap Pemilu 2009?
IB - Senin, 19 Januari 2009
Survei - Indo Barometer
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia?
IB - Rabu, 16 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Berpacu Dalam Pemilu
IB - Rabu, 09 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
SBY–JK Tergelincir BBM?
IB - Kamis, 03 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Islam: Potensi Teror Terbuka
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Visioner, Dambaan Publik Terhadap Pemimpin Politik
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Publik Kecewa Kinerja Parpol
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Kinerja Pemerintah Bidang Keamanan Nasional Positif
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Ketaatan Beribadah tak Berkorelasi Pilihan Parpol

Republika; Jumat, 19 September 2008

 

Tak otomatis orang taat beribadah pilih parpol Islam.
 

JAKARTA — Adakah hubungan antara taat beribadah dan pilihan jenis partai poli­tik (parpol)? Survei terbaru dari Reform Institute mengungkapkan ternyata hubung­an itu ada dan hasilnya cukup menarik perhatian.

Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latif, meng­ungkapkan sejumlah hasil survei itu dalam diskusi inter­nal Republika, Kamis (18/9). Turut hadir sebagai pembi­cara adalah Direktur Ekseku­tif Indo-Barometer, M Qodari; dan Wakil Ketua Dewan Per­wakilan Daerah (DPD), Laode Ida.

Yudi memaparkan, Partai Demokrasi Indonesia Perju­angan (PDIP) kerap dici­trakan sebagai parpol sekuler maupun kaum abangan. Tapi, hasil surveinya menunjukkan hal lain. Justru 73,61 persen responden survei yang memi­lih PDIP mengklaim selalu beribadah.

Poin ini relatif tinggi, meski masih di bawah sejumlah parpol Islam lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, perolehan PDIP itu me­lambung di atas Partai Bulan Bintang (PBB). Padahal, selama ini PBB mencitrakan di­rinya sebagai parpol Islam yang mendukung penerapan syariah. Hanya 64,29 persen pemilih PBB yang mengaku selalu beribadah.

Sebaliknya, jumlah pemilih PBB yang mengaku kadang-­kadang menjalankan ibadah pun relatif tinggi, yaitu 21,43 persen. Tapi, yang mengejut­kan dari PBB adalah seba­nyak 14,29 persen pemilihnya mengaku sering tidak menja­lankan ibadah. Skor ini ter­tinggi dari seluruh parpol yang disurvei. Berada di urut­an kedua, lagi-lagi parpol Islam, yaitu Partai Bintang Reformasi (PBR).

Yang paling konsisten, me­nurut Yudi, adalah PKB. Par­pol berbasis massa warga Nahdliyin ini menempati urutan teratas. Sebanyak 85,04 persen pemilih PKB meng­klaim selalu beribadah, 14,96 persen responden yang memi­lih PKB mengaku kadang-­kadang beribadah, dan nol persen yang mengaku tidak menjalankan ibadah.

Sementara PKS, yang selama ini mencitrakan dirinya parpol Islam dengan kader militan, ternyata banyak juga pemilihnya yang ibadahnya bolong-bolong. Memang se­banyak 82,82 persen pemilih PKS mengaku selalu beriba­dah, tapi yang kadang-ka­dang beribadah hanya 14,98 persen.

"Jadi, tidak otomatis orang yang menjalankan ibadah, me­milih parpol Islam. Ada kemu­ngkinan orang yang taat ber­ibadah itu pilih parpol Islam dan non-Islam," kata Yudi.
 

Bagaimana dengan golput? Survei yang dilakukan pada Juni-Juli lalu itu mengung­kapkan sebanyak 73,17 per­sen pemilih golput selalu ber­ibadah. Survei mengambil data 2.519 responden dengan margin error 1,95 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen.
 

Berebut suara
Direktur Eksekutif Indo ­Barometer, M Qodari, menilai dari kalangan parpol Islam, sejauh ini PKS menjadi par­pol yang trennya terus me­ningkat dan stabil. Dengan kinerja seperti itu, ia yakin PKS bisa meraup minimal 10 persen suara di Pemilu 2009.

Tentang PPP, Qodari tak begitu yakin. Ia belum meli­hat ada momentum yang kuat bagi kebangkitan PPP.

Sedangkan mengenai PKB Qodari memperhitungkan PKB, bisa kehilangan sete­ngah suaranya dari Pemilu 2004. Dan untuk suara PAN dapat digerus Partai Mata­hari Bangsa sampai setengah­nya. (evy/uba)
 

 

Indikator IB

Pelaksanaan Pemilu 2009

Persoalan pengetahuan pemilih tentang pelaksanaan pemilu 2009 cukup menghawatirkan. Baru separuh (51,8% ) dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif 2009 akan dilaksanakan, yakni 9 April 2009. itu artinya, sosialisasi KPU masih belum optimal.

Lihat Hasil Survei....

Indikator IB

Pendaftaran Pemilih

Pemilu 2009 terancam oleh Golput Administratif. Baru sebanyak 67,2% responden yang merasa sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu nanti. Ini angka yang mengkhawatirkan karena mengindikasikan potensi “golput administratif” terbilang besar.

Lihat Hasil Survei....

 
Analisa - M. Qodari
Multiperspektif Prabowo Subianto
IB - Minggu, 10 Agustus 2008
Analisa - M. Qodari
Kiprah dan Nasib Partai-Partai Baru di Pemilu 2009
IB - Minggu, 20 Juli 2008
Analisa - M. Qodari
Golkar dan Bumerang Politik
IB - Senin, 30 Oktober 2006
Analisa - M. Qodari
Gempa, Gosip, dan Akal Sehat
IB - Sabtu, 29 Juli 2006
Analisa - M. Qodari
PDI-P, Oposisi Mencari Posisi
IB - Selasa, 17 Januari 2006
Analisa - M. Qodari
Antiklimaks "Reshuffle" Kabinet
IB - Selasa, 22 November 2005
Analisa - M. Qodari
Pilkada Gagal atau Berhasil?
IB - Senin, 01 Agustus 2005
Analisa - M. Qodari
Partai demokrat dicampakkan SBY?
IB - Senin, 07 Februari 2005
Analisa - M. Qodari
Nasib Kaum Muda Progresif di NU
IB - Kamis, 02 Desember 2004
Analisa - M. Qodari
Saatnya "Baku Bae" di DPR
IB - Sabtu, 06 November 2004
Analisa - M. Qodari
Gugatan Wiranto, Konstelasi Politik Baru?
IB - Selasa, 03 Agustus 2004
Analisa - M. Qodari
Otoritarianisme Baru dan Desain Institusi
IB - Sabtu, 08 Mei 2004
Copyright © 2008 Indo Barometer, All Rights Reserved
IB (INDO BAROMETER), Jl. Cikatomas I No. 29, Kebayoran Baru, Jakarta 12180, Tlp. 62-21-7260588 Fax 62-21-7248573