Survei - Indo Barometer
PROSPEK KABINET DAN KOALISI PARPOL 2009 – 2014
IB - Rabu, 09 September 2009
Survei - Indo Barometer
Pengetahuan dan Harapan Masyarakat Terhadap Pemilu 2009?
IB - Senin, 19 Januari 2009
Survei - Indo Barometer
Mencari Pemimpin (muda) Baru Indonesia?
IB - Rabu, 16 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Berpacu Dalam Pemilu
IB - Rabu, 09 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
SBY–JK Tergelincir BBM?
IB - Kamis, 03 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Islam: Potensi Teror Terbuka
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Visioner, Dambaan Publik Terhadap Pemimpin Politik
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Publik Kecewa Kinerja Parpol
IB - Selasa, 01 Juli 2008
Survei - Indo Barometer
Kinerja Pemerintah Bidang Keamanan Nasional Positif
IB - Selasa, 01 Juli 2008
SBY dan Megawati Paling Berpeluang

Suara Pembaruan; Selasa, 16 September 2008

 

[JAKARTA] Sampai saat i­ni, pemerintah dan DPR be­lum berhasil memutuskan syarat bagi partai politik (par­pol) atau gabungan parpol un­tuk mengajukan calon presi­den (capres)/calon wakil pre­siden (cawapres). Berdasar­kan perkembangan pemba­hasan RUU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) diperkirakan hanya muncul tiga sampai empat pasang ca­pres/cawapres.

Dua nama yang paling di­dukung menjadi capres ada­lah Susilo Bambang Yudhoyo­no dan Megawati Soekarno­putri. Nama lainnya, Sri Sul­tan Hamengku Buwono X, Wi­ranto, dan Prabowo Subianto. Sedangkan untuk cawapres, Jusuf Kalla dinilai paling favorit.

Demikian rangkuman pendapat Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari dan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago yang dihubungi SP, Senin (15/9).

Menurut Qodari, saat ini baru ada dua figur yang ber­peluang besar mendapat du­kungan parpol dan rakyat un­tuk Pilpres 2009. Mereka ada­lah Megawati dari Partai De­mokrasi Indonesia Perjuang­an (PDI-P) dan Susilo Bam­bang Yudhoyono (SBY) dari Partai Demokrat (PD). Teta­pi, siapakah cawapres yang bakal mendampingi mereka, masih sulit diprediksi.

"Ma­sih sangat cair, belum bisa di­tebak secara pasti siapa yang bakal jadi pasangan mereka. Pilpres masih jauh, masih ba­nyak faktor yang mempenga­ruhi," kata Qodari.

Megawati, lanjutnya, ma­sih mensurvei calon-calon wa­pres. "Setahu saya ada 8-10 na­ma yang sedang disurvei Me­gawati, dan sedang dikaji siapa yang paling layak men­dampinginya. Tapi siapa figur tersebut, masih sulit kita pas­tikan sekarang," katanya.

Sedangkan SBY, untuk se­mentara diprediksi masih akan menggandeng Jusuf Kal­la dari Partai Golkar. Tetapi tidak tertutup kemungkinan adanya alternatif lain.

Tentang untuk figur Sri Sultan, Wiranto, dan Prabo­wo, peneliti politik nasional itu menyatakan, Sultan cukup berpeluang menjadi capres, tetapi sampai saat ini belum ada parpol yang secara kon­kret mengusungnya. Sedang­kan, Wiranto dan Prabowo, masih harus diuji dalam Pe­milu 2009, apakah parpol me­reka mendapat dukungan rak­yat atau tidak.
 


Capres Alternatif
Andrinof menilai, SBY mempunyai kelebihan, yakni cerdas, pemikir, serta memi­liki perencanaan yang bagus. Kelemahannya, tidak progre­sif, tidak cepat mengambil langkah, serta terlalu lama menampung aspirasi politik. Megawati, menurutnya, me­miliki pendukung loyal se­hingga tak mudah digoyah­kan. Kelemahannya, sulit me­ngendalikan emosi.

Ketika ditanya kemung­kinan munculnya capres alternatif, Andrinof menye­but nama Rizal Malarangeng, Fadjroel Rahman, Fadel Muhammad, Rizal Ramli, Soetris­no Bachir, dan Sutiyoso. "Te­tapi mereka sulit menyaingi empat calon di atas," ujarnya.

Secara terpisah, pengamat politik Arbi Sanit mengaku be­lum bisa memprediksi pasang­an dalam Pilpres 2009, karena masih terlalu dini. Prediksi kandidat harus mempertim­bangkan UU Pilpres dan perge­rakan koalisi parpol. Namun, lanjutnya, capres/cawapres ti­dak bisa muncul dari luar par­pol. [128/NCW/M-16]

 

 

Indikator IB

Pelaksanaan Pemilu 2009

Persoalan pengetahuan pemilih tentang pelaksanaan pemilu 2009 cukup menghawatirkan. Baru separuh (51,8% ) dari pemilih yang mengetahui dengan benar kapan pemilu legislatif 2009 akan dilaksanakan, yakni 9 April 2009. itu artinya, sosialisasi KPU masih belum optimal.

Lihat Hasil Survei....

Indikator IB

Pendaftaran Pemilih

Pemilu 2009 terancam oleh Golput Administratif. Baru sebanyak 67,2% responden yang merasa sudah terdaftar sebagai pemilih pada pemilu nanti. Ini angka yang mengkhawatirkan karena mengindikasikan potensi “golput administratif” terbilang besar.

Lihat Hasil Survei....

 
Analisa - M. Qodari
Multiperspektif Prabowo Subianto
IB - Minggu, 10 Agustus 2008
Analisa - M. Qodari
Kiprah dan Nasib Partai-Partai Baru di Pemilu 2009
IB - Minggu, 20 Juli 2008
Analisa - M. Qodari
Golkar dan Bumerang Politik
IB - Senin, 30 Oktober 2006
Analisa - M. Qodari
Gempa, Gosip, dan Akal Sehat
IB - Sabtu, 29 Juli 2006
Analisa - M. Qodari
PDI-P, Oposisi Mencari Posisi
IB - Selasa, 17 Januari 2006
Analisa - M. Qodari
Antiklimaks "Reshuffle" Kabinet
IB - Selasa, 22 November 2005
Analisa - M. Qodari
Pilkada Gagal atau Berhasil?
IB - Senin, 01 Agustus 2005
Analisa - M. Qodari
Partai demokrat dicampakkan SBY?
IB - Senin, 07 Februari 2005
Analisa - M. Qodari
Nasib Kaum Muda Progresif di NU
IB - Kamis, 02 Desember 2004
Analisa - M. Qodari
Saatnya "Baku Bae" di DPR
IB - Sabtu, 06 November 2004
Analisa - M. Qodari
Gugatan Wiranto, Konstelasi Politik Baru?
IB - Selasa, 03 Agustus 2004
Analisa - M. Qodari
Otoritarianisme Baru dan Desain Institusi
IB - Sabtu, 08 Mei 2004
Copyright © 2008 Indo Barometer, All Rights Reserved
IB (INDO BAROMETER), Jl. Cikatomas I No. 29, Kebayoran Baru, Jakarta 12180, Tlp. 62-21-7260588 Fax 62-21-7248573