|
Suara Pembaruan; Selasa, 16 September 2008
[JAKARTA] Sampai saat ini, pemerintah dan DPR belum berhasil memutuskan syarat bagi partai politik (parpol) atau gabungan parpol untuk mengajukan calon presiden (capres)/calon wakil presiden (cawapres). Berdasarkan perkembangan pembahasan RUU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) diperkirakan hanya muncul tiga sampai empat pasang capres/cawapres.
Dua nama yang paling didukung menjadi capres adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. Nama lainnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wiranto, dan Prabowo Subianto. Sedangkan untuk cawapres, Jusuf Kalla dinilai paling favorit.
Demikian rangkuman pendapat Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari dan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago yang dihubungi SP, Senin (15/9).
Menurut Qodari, saat ini baru ada dua figur yang berpeluang besar mendapat dukungan parpol dan rakyat untuk Pilpres 2009. Mereka adalah Megawati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Partai Demokrat (PD). Tetapi, siapakah cawapres yang bakal mendampingi mereka, masih sulit diprediksi.
"Masih sangat cair, belum bisa ditebak secara pasti siapa yang bakal jadi pasangan mereka. Pilpres masih jauh, masih banyak faktor yang mempengaruhi," kata Qodari.
Megawati, lanjutnya, masih mensurvei calon-calon wapres. "Setahu saya ada 8-10 nama yang sedang disurvei Megawati, dan sedang dikaji siapa yang paling layak mendampinginya. Tapi siapa figur tersebut, masih sulit kita pastikan sekarang," katanya.
Sedangkan SBY, untuk sementara diprediksi masih akan menggandeng Jusuf Kalla dari Partai Golkar. Tetapi tidak tertutup kemungkinan adanya alternatif lain.
Tentang untuk figur Sri Sultan, Wiranto, dan Prabowo, peneliti politik nasional itu menyatakan, Sultan cukup berpeluang menjadi capres, tetapi sampai saat ini belum ada parpol yang secara konkret mengusungnya. Sedangkan, Wiranto dan Prabowo, masih harus diuji dalam Pemilu 2009, apakah parpol mereka mendapat dukungan rakyat atau tidak.
Capres Alternatif
Andrinof menilai, SBY mempunyai kelebihan, yakni cerdas, pemikir, serta memiliki perencanaan yang bagus. Kelemahannya, tidak progresif, tidak cepat mengambil langkah, serta terlalu lama menampung aspirasi politik. Megawati, menurutnya, memiliki pendukung loyal sehingga tak mudah digoyahkan. Kelemahannya, sulit mengendalikan emosi.
Ketika ditanya kemungkinan munculnya capres alternatif, Andrinof menyebut nama Rizal Malarangeng, Fadjroel Rahman, Fadel Muhammad, Rizal Ramli, Soetrisno Bachir, dan Sutiyoso. "Tetapi mereka sulit menyaingi empat calon di atas," ujarnya.
Secara terpisah, pengamat politik Arbi Sanit mengaku belum bisa memprediksi pasangan dalam Pilpres 2009, karena masih terlalu dini. Prediksi kandidat harus mempertimbangkan UU Pilpres dan pergerakan koalisi parpol. Namun, lanjutnya, capres/cawapres tidak bisa muncul dari luar parpol. [128/NCW/M-16]
|