|
Rakyat Merdeka; Selasa, 16 September 2008
Jakarta, R.M. Manuver politik Fadel Muhammad dan Yuddy Chrisnandy dinilai belum bisa menggoyang kursi Jusuf Kalla di Golkar. Kecuali, Fadel dan Yuddy bisa menggadeng tiga tokoh besar di Golkar saat ini yaitu, Agung Laksono, Surya Paloh, dan Abu Rizal Bakrie.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer Mohammad Qodari kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Menurut Qodari, manuver Fadel Cs tidak akan berpengaruh signifikan terhadap suara partai Golkar di pemilu mendatang, pasalnya gerakan itu masih dalam skala kecil. "Kalau sekarang kita belum bisa menjelaskan karena bola panas masih dipegang oleh Fadel Cs," papar Qodari.
Seperti diberitakan, sejumlah politisi Golkar yang tersingkir dan kecewa dalam pencalegan seperti Fadel Muhammad, Yuddy Chrisnandi menggelar pertemuan di Jakarta untuk menggolkan wacana konvensi. Pertemuan berikutnya akan digelar di Gorontalo dan mengundang sejumlah tokoh, seperti Akbar Tandjung dan Sri Sultan Hamengkubowono X.
Artinya, lanjut Qodari, sampai saat ini belum bisa diukur berapa persen pengaruh manuver Fadel ini terhadap Golkar. "Bola apinya masih kecil," ujarnya.
Manuver itu baru bisa dinilai, kata Qodari, jika pertemuan di Gorontalo jadi digelar dan dilihat dari tokoh-tokoh yang hadir.
Namun, menurutnya, akan beda jika the bigfour Golkar seperti Jusuf Kalla, Agung Laksono, Surya Paloh, dan Abu Rizal Bakrie salah satunya ikut bergabung dengan gerakan Fadel.
"Kekuatan akan bertambah jika Fadel Bisa merebut salah satu dari the big four tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, pengamat politik Alfan Alfian mengatakan, suara Golkar pada Pemilu 2009 akan mengalami penurunan. Selain karena banyak kalah di pilkada, manuver-manuver sejumlah kadernya yang kecewa dengan Golkar juga jadi penyebabnya.
"Kalau saya lihat, suara Golkar akan turun, karena banyak sekali kader yang kecewa, dan bisa saja ada penggembosan oleh kader sendiri," ujar Alfan, kemarin.
Berbeda dengan Qodari, menurut Alfan, tokoh yang melakukan manuver saat ini adalah tokoh-tokoh yang punya pengaruh tinggi di daerahnya, seperti Fadel Muhammad di Gorontalo, Yuddy Crisnandi di Jawa Barat, Sri Sultan di DIY, dan Akbar Tandjung di luar Jawa. "Semua kan punya gerbong, jadi bisa saja itu digunakan untuk menggembosi suara Golkar," ujarnya. (REN)
|