Loading...
Indo Barometer
Survei
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
SETAHUN JOKOWI-BASUKI DAN EVALUASI KINERJA MENURUT PUBLIK JAKARTA-Okt 2013

Kamis 17 Oktober 2013
Download File


Pada tanggal 15 Oktober 2013 tepat ulang tahun pertama pemerintahan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama di Provinsi DKI Jakarta. Sebagai Ibu Kota RI dan etalase politik nasional, DKI Jakarta mendapat perhatian lebih sebagaimana terlihat dalam ramainya perhatian media massa terhadap pilkada DKI 2012 lalu.Setahun setelah menjalankan pemerintahan, Jokowi dan Basuki mendapatkan tingkat apresiasi yang tinggi dari publik Jakarta. Hal ini tercermin dari tingkat kepuasan pada kinerja Jokowi secara umum yang mencapai 87,5% dan Basuki yang mencapai 85,8%.Namun terdapat variasi dalam evaluasi di berbagai bidang. Sejumlah bidang mendapatkan tingkat kepuasan relatif tinggi (>60%) seperti menyediakan sembako, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, mempermudah pelayanan pemda dst. Namun di beberapa bidang kepuasan masih rendah (< 60%),misalnya: menyediakan lapangan kerja, perumahan untuk masyarakat, masalah polusi udara, kemacetan dst. Rapor merah inilah yang masih jadi PR bagi Jokowi-Basuki ke depan. Kemacetan tampaknya memang menjadi salah satu PR terbesar Jokowi sebagai gubernur karena bila dibandingkan dengan 2 gubernur sebelumnya (Sutiyoso dan Fauzi Bowo) praktis hampir di semua bidang Jokowi dianggap lebih baik, kecuali soal kemacetan di mana responden menganggapnya sama saja.


Apa penyebab utama kemacetan di Jakarta? Jika ditanya pada publik DKI maka jawaban tertinggi adalah banyaknya volume kendaraan (64,3%). Solusinya menurut mereka: batasi kendaraan pribadi (26%), tingkatkan kualitas angkutan umum (17,8%), dan membangun transportasi massal (17%). Soal banjir, apa penyebab utamanya menurut publik Jakarta? Jawabannya menarik: perilaku membuang sampah sembarangan (37,5%). Adapun solusinya: kedisiplinan membuang sampah (31%), kebijakan tata kota (26,3%), dan membangun atau perbaiki situ (17,3%). Mengenai 2 program Jokowi-Basuki yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP), respon publik Jakarta juga positif di mana KJS dianggap berhasil oleh 81,7% responden dan KJP pada angka 72,6%. Penilaian positif terhadap kinerja Jokowi-Basuki tampaknya paralel dengan tingginya penilaian terhadap kemauan Jokowi dan Basuki dalam mendengarkan aspirasi masyarakat, mengkomunikasikan masalah, dan menindaklanjutinya. Menarik sebagai bahan perbandingan bahwa pada pilkada Kota Solo 2005 JokoWidodo-FX Hadi Rudyatmo terpilih dengan 36,67% suara dari 4 pasangan calon (paslon). Sementara di pilkada DKI putaran I pasangan Jokowi-Basuki mendapatkan suara terbanyak dengan 34,05% dari 6 paslon. Pada pilkada Kota Solo 2010 Jokowi-FX Hadi terpilih kembali dengan suara 90,09%. Bagaimana dengan pasangan Jokowi-Basuki pada 2017 yang akan datang? Wallahualam

z