Loading...
Indo Barometer
Analisa
Indo Barometer
Barometer Perilaku Masyarakat Indonesia
Belum Ada Kandidat Capres Bernilai A

Kamis 13 Maret 2014


JAKARTA – Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia bekerjasama dengan lembaga survei Indo Barometer membuat indeks kepemimpinan 12 tokoh yang sebagian kemungkinan menjadi calon presiden.

Hasilnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mempunyai skor tertinggi yakni 7,55 disusul Prabowo Subianto 7,07; Megawati Soekarnoputri 6,58; Aburizal Bakrie 6,38 dan Hatta Rajasa 6,15.

Sedangkan tokoh lainnya menunjukkan indeks kepemimpinannya berada di level 5 kalau dalam bahasa siswa sekolah tidak naik kelas yakni Muhaimin Iskandar, Khofifah Indar Parawansa, Suryadharma Ali, Tris Rismaharini, Din Syamsudin, Said Aqil Siraj dan Soekarwo.

Ketua Laboratorium Psikologi Politik UI Hamdi Muluk mengatakan Jokowi unggul dalam bidang empati sosial yang indeksnya mencapai 7,7 dan ketrampilan politik 7,65. Meski demikian ibarat nilai rapot belum ada tokoh yang bernilai 8 sehingga nilainya masih B+.

“Yang lumayan paling top Jokowi tapi nggak ada yang 9, bahkan 8 aja nggak ada. Ibarat rapor Jokowi nilainya B+ belum A atau belum ada capres kelas A,” katanya disela-sela konferensi pers dan diskusi hasil survei nasional Indo Barometer dengan Laboratorium Psikologi Politik UI di Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Adapun pesaing berat Jokowi, Prabowo Subianto indeksnya lebih rendah karena skor kategori stabilitas emosi, integritas moral dan empati sosial berkisar di level 6 namun dalam hal ketegasan indeksnya paling tinggi 7,46. Begitu juga dengan Megawati yang memiliki indeks yang semuanya berkisar pada level 6.

Untuk mengukur para tokoh calon presiden tersebut peneliti menanyakan 10 kriteria kepada responden. Yakni integritas moral, ketegasan, kepemimpinan, intelektualitas, empati sosial, visioner, stabilitas emosi, penampilan, komunikasi politik dan ketrampilan politik.

Melejitnya nama Jokowi, lanjut Hamdi, menjadi harapan rakyat Indonesia yang selama ini politikus dianggap culas sehingga kekurangan pemimpin dengan moralitas yang bagus. “Figur Jokowi melejit sendiri karena orang bisa dipercaya, tidak punya kelakuan tercela, jadi ini kriteria paling penting diantara yang lain,” kata Hamdi. (jibi/ija)

Sumber : http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/belum-ada-kandidat-capres-bernilai-a

z